Walaupun popularitasnya kini tidak setenar teh hijau, namun eksistensi dari teh hitam asli Indonesia ternyata sudah ada sebelum teh hijau 'muncul ke permukaan. Segala sesuatu yang berbau teh hijau sejatinya kini sudah dapat Sobat Pesona temui dimana pun, mulai dari kue, isian roti, donat, hingga es krim. Kendati tengah naik daun, namun pada kenyataannya teh hitam lah yang terlebih dahulu dikenal warga Indonesia.
Kedua teh beda warna ini ternyata sama-sama terbuat dari daun teh yang memiliki nama latin Camellia sinesis. Hal yang lantas membedakan warna dari kedua teh ini adalah metode pengolahannya.
Setelah dilakukan riset, ternyata meminum teh hitam memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. Mulai dari menjaga kesehatan mulut, terhindar dari serangan stroke, meningkatkan antioksidan, mencegah kanker, menurunkan risiko diabetes, hingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Nah, di dunia ini terdapat banyak sekali teh nikmat yang tersebar di berbagai negara, tidak terkecuali Indonesia. Tanah Air memiliki satu varian teh hitam yang kenikmatannya sudah tersohor sampai ke luar negeri, adalah teh hitam Kayu Aro.
Teh ini sendiri berasal dari Kecamatan Kayu Aro yang terletak di kaki Gunung Kerinci, Jambi. Semula, lahan perkebunan yang kini dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara VI ini miliki sejarah kelam dalam pembangunannya dulu. Dibangun oleh salah satu perusahaan Belanda, Namlodee Venotchaat Handle Verininging pada tahun 1925 hingga 1928, ada banyak sekali warga pribumi yang meninggal dalam proses pembangunannya.
Terlepas dari proses pembangunannya yang menyimpan kisah miris, namun proses tidak pernah membohongi hasilnya. Sejak jaman Belanda silam, hasil teh dari kebun di Kayu Aro ini sudah digandrungi oleh banyak orang, termasuk para petinggi negara di luar negeri sana. Nama-nama seperti Ratu Wilhelmina, Ratu Juliana, hingga Ratu Beatrix merupakan deretan petinggi negara yang juga merangkap sebagai penikmat teh Kayu Aro ini.



0 Komentar